KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
hirobbil alamin ,atas rahmat Allah SWT pertama-tama kita ucapkan puji sukur
kepada Allah SWT yang telah memperkenankan kami menyusun makalah ini.Shalawat
serta salam kita curahkan kepada jungjunan kami Baginda tercinta Rosululah SAW.
Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang.Melalui makalah ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan.
Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan kami dalam mata pelajaran ini
Tempino, Nopember 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................................
i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................................................... 3
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................................................... 4
1.3 Tujuan
Praktikum........................................................................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
Bioteknologi.................................................................................................. 5
2.2 Pengertian Fermentasi..................................................................................................... 5
2.3 Pengertian Tape
Singkong............................................................................................... 5
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Penelitian........................................................................................ 7
3.2 Alat dan
Bahan............................................................................................................... 7
3.3 Langkah
Kerja................................................................................................................ 5
BAB IV PEMBAHASAN.
4.1 Hasil Pengamatan …………........................................................................................ 7
4.2 Pembahasan ................................................................................................................. 7
BAB V Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan ................................................................................................................... 5
5.2 Saran ............................................................................................................................. 1
DAFTAR PUSTAKA …..................................................................................................... 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bioteknologi adalah pemanfaatan mikroorganisme untuk
menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan oleh manusia.Bioteknologi dibagi
menjadi dua, yaitu, bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi
modern.Bioteknologi konvensional biasanya menggunakan mikroorganisme berupa
bakteri, jamur, dll. Sedangkan bioteknologi modern biasanya menggunakan
teknologi-teknologi yang dapat membantu kita dalam proses pengkloningan, kultur
jaringan.
Pengolahan makanan dengan cara fermentasi merupakan jenis
pengolahan makanan yang cukup tua. Secara tradisional banyak dilakukan di
tingkat rumah tangga. Indonesia sangat kaya akan produk-produk pangan hasil
proses fermentasi. Salah satu contohnya tape.
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak
asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela
pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan
satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol,
pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
Mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang
Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis
fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces
cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp.
Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.
1.2 Rumusan Masalah
·
Bagaimana proses
fermentasi tape singkong?
1.3 Tujuan Praktikum
·
Untuk mengetahui
proses pembuatan tape.
·
Untuk mengetahui
proses terjadinya fermentasi.
·
Mendeskripsikan
langkah-langkah proses pembuatan tape singkong.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos
(teknologi = penerapan) dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah cabang biologi
yang mempelajari pemanfaatan prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme,
proses biologis untuk meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk
dan jasa bagi kepentingan manusia.bisa diartikan juga,Bioteknologi adalah
penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayas genetika secara terpadu untuk
menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern
dan bioteknologi konvensional.Salah satu contoh dari bioeknologi konvensional
adalah pembuatan tape ini.Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern adalah
rekayasa genetika.
Ciri-ciri utama bioteknologi adalah adnya benda biologi berupa
benda mikro organisme tumbuhan atau hewan, adanya pendayagunaan secara
teknologi dan industri, dan produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan
pemurnian.
Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan
mikroba yang masih secara tradisional dalam produksi makanan dan tanaman
ataupun pengawetan makanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka,
dan lain-lain. Generasi kedua adalah proses berlangsung dalam keadaan tidak
steril, sebagai contoh pembuatan kompos dan produksi bahan kimia. Generasi
ketiga adalah proses dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh produkasi
antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah generasi bioteknologi baru,
sebagai contoh produksi insulin.
2.2 Pengertian
Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan
anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk
respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang
mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan
tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh
hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa
komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan
aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk
menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi
anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki
akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.
2.3 Pengertian
Tape Singkong
Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang
difermentasi.Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai
dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenal
sebagai peuyeum (bahasa Sunda).
Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan
ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah
dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang
basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa
mengalami kerusakan
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia, terutama orang sunda. Tape ini dibuat dengan cara
difermentasikan selama 2-3 hari, dengan bantuan bakteri saccharomyces
cerivisiae. Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Ø Waktu
: Jum’at, 16 Nopember 2018
Ø Tempat
: Rumah Dimas Satrio
3.2 Alat dan Bahan
|
A. Bahan
· Singkong
· Daun pisang
· Ragi
· Air
|
B. Alat
· Dandang
· Baskom
· Pisau
· Kain lap
· Sendok dan Garpu
· Kompor
· Penyaring
· Piring
|
3.3 Langkah Kerja
1. Siapkan semua alat dan
bahan yang diperlukan.
2. Kupas singkong dan kikis
bagian kulit arinya hingga kesat.
3. Potong singkong yang
telah dikupas sesuai keinginan.
4. Cuci hingga bersih
singkong yang telah dipotong.
5. Sementara menunggu
singkong kering, masukkan air ke dalam Dandang sampai kira-kira
terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
6. Setelah air mendidih
masukkan singkong ke dalam Dandang kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang,
kira-kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
7. Setelah matang, angkat
singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan.
8. Sambil menunggu
Singkong dingin, siapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi
tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
9. Setelah singkong
benar-benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi
yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan atau kain.
10. Singkong yang telah
diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus
benar-benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
11. Setelah singkong
ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-3 hari hingga sudah terasa lunak
dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
|
Hari ke-
|
Bau
|
Warna
|
Tekstur
|
Suhu
|
Rasa
|
|
1
|
Biasa
|
Putih
|
Keras
|
Suhu Kamar
|
Tawar
|
|
3
|
Menyengat/asam
|
Putih kekuningan
|
Lembut/lunak
|
Hangat
|
Asam+Manis
|
4.2 Pembahasan
Tabel pengamatan tape singkong di atas
merupakan percobaan yang kedua. Percobaan yang pertama kami lakukan gagal,
faktornya antara lain singkong yang dibuat tape bukan singkong yang berkualitas
baik dan faktor kekurangbersihan juga berpengaruh dalam gagalnya pembuatan tape
yang pertama.
Selain itu salah dalam aturan pembuatan karena
singkong yang akan dibuat tape kami masukkan ke lemari pendingin sebelum
ditaburi ragi. Sehingga kami melakukan percobaan yang kedua kalinya dan
hasilnya lebih baik dari yang pertama, ditunjukkan pada tabel di atas.
Hasil akhir dari fermentasi yaitu ada yang
berupa alkohol dan karbon dioksida, hasil ini terllihat pada tape. Dalam
bioteknelogi terdapat beberapa komponen yaitu bahan yang diproses yang
mengandung karbohidrat dalam hal ini yaitu singkong, mahluk hidup yang
berproses, dalam pembuatan tape yaitu ragi atau khamir, dan produk yaitu tape
serta ilmu yang mendasari yaitu fermentasi.
Dari percobaan yang telah dilakukan, hari
pertama dalam pembuatan tape singkong menunjukkan belum mengalami perubahan
yaitu masih sama dengan bahan awalnya, hal ini disebabkan karena bakteri yang
digunakan dalam pembuatan tape belum bereaksi dengan baik. Pada hari ketiga
fermentasi telah mengalami perubahan baik dari segi bau, warna, tekstur, suhu
maupun rasa.
Fermentasi tape singkong bereaksi dengan baik
pada hari ketiga. Semakin lama proses fermentasi semakin kuat alkoholnya.
Terbukti pada hari ketiga baik dalam pembuatan tape singkong baunya asam dan
beralkohol. Begitu juga pada warna dan rasa, semakin lama proses fermentasi
maka rasanya akan semakin manis dan warnanya semakin kuning pada tape ketan
maupun tape singkong. Tekstur pada hari pertama masih keras sedangkan pada hari
ketiga mejadi lunak dan berair. Semakin lama proses fermentasi, semakin berubah
bau, rasa, warna dan tekstur tape
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi
konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang
terbatas.
2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan
memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya,
sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa
menjadi alkohol.
3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan
enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih
sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun
tanpa diberi gula sebelumnya.
4. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya
dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces
cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses
pemecahan enzim tersebut.
5. Setelah melakukan penelitian, ternyata kami
dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape singkong terjadi
selama 2-3 hari. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal
yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara
sempurn, yaitu selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena
itulah, proses fermentasi pada singkong harus tertutup rapat.
6. Lamanya proses fermentasi juga mempengaruhi
kadar alcohol yang dihasilkan.
5.2 Saran
Saran yang dapat kami sampaikan untuk praktikum-praktikum
selanjutnya yaitu diharapkan kepada praktikan selanjutnya agar lebih
memperhatikan bagaimana pembuatan tape tersebut supaya pembuatan tape tersebut berlangsung
sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Ø www.google.com
Ø www.wikipedia.com
Ø http://afifaasac.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-bioteknologi-proses.html
Ø http://zevalova.blogspot.com/2014/02/laporan-praktikum-biologi-bioteknologi.html
Ø http://almaizarnetagh.blogspot.com/2013/04/makalah-cara-pembuatan-tape_2862.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar