Senin, 19 November 2018


Futsal

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugisfutbol (sepak bola) dan sala (dalam ruangan).

Sejarah Futsal
Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta AfrikaAsia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.

Peraturan

A. Luas lapangan



1.   Ukuran standar: panjang 25–42 m x lebar 15–25 m, sedangkan untuk standar Internasional : panjang 38–42 m x lebar 18–22 m
2.   Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3.   Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
4.   Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5.   Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
6.   Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan 
7.   Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasive

B. Bola

1.   Ukuran: 4
2.   Keliling: 62–64 cm
3.   Berat: 390 grams - 430 grams
4.   Lambungan: 55–65 cm pada pantulan pertama, dari ketinggian 2 meter.
5.   Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)

C. Jumlah pemain (per team)

1.   Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.   Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.   Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.   Jumlah wasit: 2
5.   Jumlah hakim garis: 0
6.   Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.   Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
8.   Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan

D. Lama permainan

1.    Lama pertandingan Futsal adalah selama 2 kali 20 menit. Apabila hasil masih imbang maka di ada kan dengan perpanjangan waktu selama 2 kali 5 menit.
2.    Pelatih diberikan kewenangan untuk meminta waktu time-out kepada pencatat waktu, selama 1 menit disetiap babak.
3.    Time-out boleh diminta setiap saat, tetapi pada saat tim tersebut sedang dalam menguasai bola.
4.    Pencatat waktu dapat memberikan izin time-out ketika bola keluar dari lapangan permainan, dengan menggunakan peluit.
5.    Pada saat time-out diberikan, seluruh pemain futsal harus tetap berada di dalam lapangan permainan.
6.    Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, dan pada babak kedua hanya di perbolehkan mendapat 1 kali time-out.
7.    Jarak waktu istirahat antar babak yaitu 10 menit atau tidak boleh lebih dari 15 menit.

E. Gawang

1.    Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari garis gawang. Gawang terdiri dari dua  buah tiang sejajar vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan batang horizontal.
2.    Jarak kedua tiang vertikal adalah 3 meter dan jarak dari sisi bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan adalah 2 meter.
3.    Tiang vertikal maupun tiang horisontal memiliki lebar dan kedalaman 8 cm. Net (jaring), terbuat dari tali rami, goni, atau nilon. Dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan tiang horisontal pada sisi belakang gawang. Bagian yang bawah didukung oleh batangan melengkung ataupun bentuk lainnya untuk memberi ketahanan yang cukup
4.    Kedalaman gawang adalah jarak dari ujung bagian dalamdari posisi gawang langsung ke arah sisi luar lapangan, minimal 80 cm pada bagian atas dan 100 cm pada bagian bawah (permukaan lapangan)

F. Perlengkapan Pemain Futsal


1. Perlengkapan Kiper
Adapun beberapa peralatan yang khusus digunakan sebagai perlengkapan kiper futsal antara lain:
·         Knee Pad / Pelindung Lutut
Knee pad adalah sebuah alat yang digunakan oleh penjaga gawang atau kiper futsal untuk melindungi bagian lutut kaki. Fungsi knee pad ini penting pada saat kiper melakukan penyelamatan bola agar lutut tetap aman dan tidak lecet karena berbenturan dengan permukaan lapangan futsal yang keras atau kasar.

·         Elbow Pad / Pelindung Siku
Dalam permainan futsal fungsi elbow pad adalah untuk melindungi siku tangan seorang kiper supaya aman, terutama ketika reflek kiper melakukan lompatan atau penyelamatan terhadap bola secara cepat dan spontan. Sehingga pada saat menjatuhkan diri dan berbenturan dengan permukaan lapangan keras siku tangan tetap terlindungi dengan baik.

·         Gloves / Sarung Tangan
Untuk peralatan ini mungkin sudah banyak yang tahu karena sering dijumpai di sekitar kita. Dalam permainan futsal fungsi sarung tangan atau gloves adalah untuk menjaga tangan kita terutama jari supaya tidak cedera saat menangkap atau blok bola. Rekomendasi untuk bahan gloves sebaiknya terbuat dari latex karena lebih lengket dengan bola.
Ada 2 jenis sarung tangan kiper yang biasa digunakan oleh penjaga gawang yaitu half finger dan full finger. Perbedaan yang paling menonjol adalah terletak pada ujung jarinya, untuk half finger memiliki model yang terbuka sehingga ujung jari masih tetap terlihat sedangkan pada full finger seluruh ujung jari sang kiper tertutup seluruhnnya. Tentunya antara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing.
·         Finger Tape / Pelindung Jari
Finger Tape adalah peralatan yang dipakai oleh kiper futsal untuk melindungi bagian jari - jari tangan dari cedera. Finger tape ini bisa berfungsi sebagai pengganti jika seorang penjaga gawang tidak memakai sarung tangan kiper. Terdapat 2 jenis finger tape yang biasa kita jumpai yaitu karet dan plester. Pemakaian pelindung jari ini sangat disarankan untuk kiper kurus dan memiliki jari-jari tangan yang belum begitu kuat. Sebetulnya ada beberapa macam jenis tape, misalnya finger tape, roll tape, kinesio tape, dan wrist tape.
·         Helm Kiper
Fungsi helmet pada permainan futsal yaitu untuk melindungi kepala seorang penjaga gawang dari benturan dengan pemain maupun benda keras yang lain selama pertandingan. Dalam permainan futsal yang keras maka memakai perlengkapan helm atau head gear adalah sebuah keharusan bagi seorang kiper demi menjaga kepala agar tetap aman.

2. Perlengkapan Wajib Pemain Futsal
Beberapa perlengkapan dasar untuk pemain futsal yang wajib dipakai adalah
·         Kaos Futsal  
Jika pemain memakai baju dalam yang panjang atau undergarments, maka lengan pakaian dalamnya harus memiliki warna yang sama dengan warna kaos yang di pakainya
·         Celana Futsal Pendek 
Jika pemain mengenakan celana dalam atau undershorts, maka warnanya harus sama dengan warna celana pendek yang dipakainya. Untuk penjaga gawang diizinkan jika ingin menggunakan celana futsal panjang. 

·         Kaos Kaki Futsal
Jika pemain menggunakan pembalut atau bahan serupa di bagian luar, maka harus sama warnanya sebagai bagian dari kaos kaki yang di pakainya.

·         Pelindung Kaki (Shinguards) atau Dekker 
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengenakan dekker yaitu
*       Harus tertutup seluruhnya oleh kaos kaki
*       Terbuat dari karet, plastik atau bahan serupa yang di perkenankan
*       Memberikan tingkat perlindungan yang memadai


·         Sepatu Futsal 
Jenis sepatu yang di ijinkan adalah sepatu kanvas dari kulit lembut atau sepatu senam dengan alas yang terbuat dari karet atau bahan sejenisnya.

Warna Kostum Futsal
*      Warna kostum yang dipakai kedua tim harus memiliki perbedaan warna yang mencolok sehingga dapat dengan mudah membedakan antara yang satu dengan lainnya 
*      Tiap Penjaga Gawang harus memakai kaos yang warnanya berbeda dengan warna kaos Pemain lainnya
*      Demikian juga untuk wasit dan asisten wasit harus memiliki warna yang berbeda dengan pemain. 


Laporan Pratikum : Cara membuat tape singkong






KATA PENGANTAR


    Alhamdulillah hirobbil alamin ,atas rahmat Allah SWT pertama-tama kita ucapkan puji sukur kepada Allah SWT yang telah memperkenankan kami menyusun makalah ini.Shalawat serta salam kita curahkan kepada jungjunan kami Baginda tercinta Rosululah SAW.

            Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi, yang semakin berkembang.Melalui makalah ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan tape khususnya bagi generasi muda. Makalah ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan tape singkong dan manfaat yang ada di balik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan.

Seperti pepatah mengatakan bahwa, “Tak ada gading yang tak retak” demikian pula dengan makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan kami dalam mata pelajaran ini



Tempino, Nopember 2018



Penyusun